Home » , » Cerpen: CAHAYA KU

Cerpen: CAHAYA KU

Melihat masa lau akan membawa kejelasan di yang  akan  datang.  Belajar dari  kesulitan dulu akan membawa berkah saat ini dan esok. Terkadang manusia merasa telah menemukan apa dicarinya, namun belum kawan, sama halnya dengan saya sendiri saya merasa telah menemukanya, namun saya tidak bisa mempertahankanya, Sebut saja tangal 28 sebtember 2012 hari itu saya merasa telah menemukan apa yang saya cari, tapi pada 1 mei 2014 saya dengan berat hati harus melepaskanya. Dan hari itu juga saya baru ketahuai bahwa saya dibohongi dengan seorang wanita, apalagi wanita adalah wanita yang paling ku sayangi. Seiring berjalannya waktu saya bisa melupakannya walaupun belum sepenuhnya.



Mau  menyesal ? sudah terlambat  apa  yang harus ku perbuat ? ibarat nasi sudah jadi bubur hidup namun harus tetap berjalan. Tak terasa waktu berjalan daengan cepat kini sudah 5 bulan lamaya hidup sendiri. Tahun ajaran baru telah tiba, sayapun sudah semester tiga. Kampus telah di penuhi dengan mahasiswa  dengan  wajah-wajah baru.  Ahir agustus 2013 kami melakukan pengkaderan sebuah organisasi eksra saya pun ikut partisipasi sebagai panitia maklumlah namanya juga pemain lama. Kebetulan kampus kami mengirim sekitar 27 peserta sebut saja Ria, Liana, Ika, dan masih banyak lainya yang tidak bisa di sebut satupersatu.

Tau tidak, ada orang yang mengingatkan saya kepada seseorang menurut saya mereka mirip. Nah tidak ada respon yang baik. Di suatu malam tepatnya di kamar kos salah satu junior saya sebut namaya Ai kami ada berempat berbincang-bincang,

Ai    :  “kak sudajo tidak usa berharap pa dia tidak ada respon bagini”;

Saya : ”tidak apa-apa sebenarya saya tidak berharap dia terima lagi pula cuma  fens aja soalnya dia mirip saya pe mantan“;

Ai    :  “oh iyo kak cari jo yang lain”;


Ika    : (tiba-tiba menyambung pembicaraan) “den Ika jo kak”;

Saya  : (kaget) “iya so”;


Ai    :  “terima  jo  kak  dari  daripada  jomlo  terus


Saya   :”ok lah “ (sedikit ragu);

.........

Mulai malam itu saya resmi pacaran dengan Ika namun dalam hati aku bertanya pada diriku sendiri salah atau   tidak piliha ku?. Tapi biarlah jalani dulu sapa tau dia bisa membuat saya lupa kepada masalalu ku. Namun entah mengapa dia bilang dia bosan dan kami putus. Mungkin itu jalan terbaik lagi pula saya belum sepennuhnya lupa kepada mantanku dan rasa sayang pun masih ada kepadanya. Tapi jangan salah kawan ada dua sahabat yang selalu membuat saya selalu kuat yang dengan berat hati saya sebut namanya Iful dan Yudin , merekalah yang selalu mengerti keadaan saya walaupun kadang berdebat.


Empat bulan berlalu tepatnya akhir desember saya melihat seorang wanita. Jujur saya suka kepada nya namun takut ajak ngobrol, ya wajarlah belum kenalan. Jujur saat melihatnya dia berbeda dengan perempuan lain, kalo dilihat secara fisik sudah pasti cantik. Sifat baik, sopan, religius yang pasti bikiin sedikit saling alias salah tingkah. Kapan ya bisa ketemu lagi denganya? dalam hatiku bertanya.

Hari ini saya mulai bekerja di sebuah di sebuah perusaahan swasta sebut saja PT Adira quantum. Hari pertama kerja saya lakukan dengan sepenuh hati, hari- hari kulewati dengan begitu suka cita sehinga suatu hari saya mengalami kecelakan kerja saya tersengat listrik di sebuah pameran yang di lakukan perusahaan tempat saya bekerja. Kecelakan itu membuat semua orang  ketakutan  saya  sendiri  sih  ketakutan  sampaiitu saya tidak terlepas dari lilitan kabel tersebut mungkin  saat  ini  saya  sudah  tinggal  nama    alias  meninggal.

Bulan ke dua saya bekerja saya jalani dengan sepenuh hati dan tampa mengingat yang namaya pacar atau pun mantan yang ada dalam pikiran saya hanyalah konsumen dan konsumen. Tanggal 15 februari saya ditugaskan menjaga sebuah toko hanphone oleh atasan saya, karena tuntutan kerjaan sayapun menerimanya dengan senang hati walaupun sedikit berat hati. Pada suatu hari teman saya Jful yang pangilan    akarapnya    toke    memagil    saya    untuk menemani dia menginstal laptop temanya dan tidak lain adalah orang yang saya naksir. Saya pun rela bolos kerja asal bisa ikut pergi ke kos  temana kami cian namaya  . Di situlah saya bertemu dengan perempuan bicara dengannya walapun saya agak minder tapi modal nekat. Namun ternyata si toke telah kerja sama dengan Cian untuk mak comblangin saya dengan Silvana   akrapnyasih    Vana.   Si   toke   minta   saya mengatarnya, dengan sedikit basa-basi saya akhirnya saya pun mengantarnya. Sebenarnya di jalan itu saya merasa gugup maklumlah dengan orang yang di sukai lagi duduh dekat dengankita gimana tidak gugup. Tapi jangan salah mengira dulu saya tadak mau kalah dengan rasa gugup itu denagan cara ngelawak dikit dan dia pun tertawa dengan tawa kecil yang membuat saya semakin penasaran saja.


Hari    jum’ad    sore    kami    melakukan pengkaderan saya terlibat sebagai panitia maklum orang penting. Dihari kedua saya di beri nomornya oleh Iful disitulah berawal ceritanya. Smsan pun di mulai dan tepatnya jam 10.30  malam pada tanggal 1 maret saya mengukapkan perasaanku padanya  dan dia pun menerimanya, tentu saya senanglah ,,,,,,,.

Dia seperti sebuah cahaya yang bersinar di kegelpan malam yang mengisi hati yang lama kosong hati yang pernah terisi  harapan palsu.    Dia datang memberiku    sebuah    harapan    yang      ingin    ku pertahankan untuk selamanya.di tengah kegelapan malam yang sunyi di  tengah kesunyian hati ini kamu datang bagaikan cahaya yang datang di tengah kegundaan ku namun seiring berjalanya waktu kini cahaya itu mulai redup di telan kegelapan malam kini hanya aku sendiri tampa ditemani cahayamu lagi kini hanya aku sendiri
berjalan tampa arah dan tujuan salahkah aku jika aku berharap cahaya itu datang kembali terkadang aku ingin berteriak terkadang aku ingin mengeluh namun keluahanku takkan mengubah keadaan takkkan mengembalikan cahaya ituaku sadar,  aku terlalu naif aku tidak menyadari betapa berharganya dirimu aku sadar, aku terlalu egois hanya ingin di mengerti aku hanya bisa berkata maafkan aku selama ini aku terlalu egois selama ini aku telalu bodoh tidak menyadari ketulusanmu terlambatkah akau meminta maaf? diriku yang bodoh ini.

Dialah yang mampu membuatku lupa akan masalaluku dan dialah yang mampu membuat ku tersenyaum. Namun dia juga yang membuatku merasakan sebuah kebimbangan dan membuat ku harus memilih sebuah pilihan yang sangat berat. Karena cahaya yang tadinya terang kini mulai pudar mungkin itu karena aku terlau egois, tidak tau apa yang dia inginkan. Kini seperti ada jarak yang memisahkan  kami.  Kini dia  sibuk  dengan kuliahnya sampai ia tidak ada waktu untuk menagkat tefonku. Sebenarnya saya hanya ingin dia tau kalu saya sangat sayang kepadanya dan ingin melihat senyumanya mendenagar tawanya. Tapi mungkin caraku salah mungkin caraku membuatnya marah dan kesal. Terkadang aku berfikir masih adakah tempat buatku di hatinya ? dan apa yang harus kulakukan agar dia bahagia .

Dalam hati kecil kadang kuberfikir mungkin ku tidak pantas untuk untuk disayangi oleh wanita sebaik dia. Aku hanya ingin dia tau kalau aku siap ada disaat susah    senagnya.    Salah    kah    aku    kalau    aku menyayanginya salah kah kalau aku ingin mengetahui kabarnya.

Hari ini tangal satu april 2014 dimana hari bulat 1 bulan sejak kami jadian. Dan hari ini juga terjawablah semua ke gundaanku aku bertemu denganya setelah hampir 2 minggu tidak pernah bertemu. Hari dimana cahaya itu terang kembali di kegelapan hati ini .Akhir cerita ini hanya penulis ingin katakan kepada   dia   aku   sangat   menyangimu.   Dan   takut atas segala kesahan yang pernah kubuat kepadamu. Serta terima kasih telah menerima ku. Karena hanya dialah yang mebuatku wana ..di saat hatiku ini serasa gelap ..takterbayangkan apabila dia menjauhiku ..sumpah aku tak ingin itu terjadi ..


Aku ingin menjadi orang yang menerima masalalumu,   menerima   keberadaanmu    saat    ini, walaupun kadang aku tidak ada saat kamu butuh aku tapi harus kamu tau aku sangat menyayangimu dan tak ingin kehilangan mu I love you. Aku sangat menyaangimu aku ingin menjadi orang selalu ada untukmu di susah senagmu.

Sepesial buat Silvana yusuf dari Ambo asri

....wassalam....

Comments
0 Comments

Google+ Followers